Berita Terkini

LAPORAN WTO: INDONESIA TERMASUK 30 NEGARA ESKPORTIR TERBESAR DUNIA

Jenewa, 26 Maret 2010World Trade Organization (WTO) merilis laporan statistik perdagangan dunia, dan menempatkan Indonesia pada posisi ke-30 negara eksportir barang (merchandise trade) terbesar di dunia. Nilai ekspor barang Indonesia tercatat sebesar US$120 miliar atau 1% dari perdagangan barang dunia selama 2009. Dibandingkan dengan negaranegara ASEAN, Indonesia berada di urutan ke-4 di bawah Singapura (14), Malaysia (21), dan

Thailand (25).

Laporan WTO yang dipublish pada 26 Maret 2010 tersebut menunjukkan bahwa Singapura mencatatkan capaian sebesar US$270 miliar atau setara dengan 2,2% ekspor dunia. Sementara itu, Malaysia menduduki posisi ke-21 negara pengekspor barang dunia dengan nilai sekitar US$157 miliar (1,3%). Sedangkan Thailand berada pada posisi ke-25 dengan nilai ekspor barang sekitar US$152 miliar (1,2%).

Indonesia tidak termasuk dalam 30 negara importir barang terbesar sesuai dengan pemeringkatan yang dilaporkan WTO tersebut. Negara asal Asia Tenggara yang termasuk 30 importir terbesar adalah Singapura (14) dan Malaysia (27). Singapura mencatatkan total nilai impor sebesar US$246 miliar, yang berarti sama dengan 1,9% dari total impor barang dunia.

Sedangkan impor Malaysia tercatat sebesar US$124 miliar atau sama dengan 1% total importasi barang dunia selama 2009. Menurut laporan WTO tersebut, total ekspor barang dunia mencapai US$12,461 triliun, sementara total impor barang dunia mencapai US$12,467 triliun. RRT menempati posisi teratas sebagai negara eksportir terbesar dunia selama tahun 2009 dengan nilai sebesar US$1,202 triliun atau 9,6% dari total ekspor dunia.

Posisi kedua sebagai negara ekportir barang terbesar dunia diduduki oleh Jerman dengan capaian sebesar US$1,121 triliun dan ketiga adalah Amerika Serikat dengan nilai ekspor sebesar US$1,059 triliun.

Melalui situs tersebut, WTO cukup optimistis dengan prakiraan bahwa perdagangan dunia akan mengalami pemulihan dengan tingkat pertumbuhan sebesar 9,5% asalkan semua negara sepakat untuk tidak mengambil langkah proteksionisme sebagai upaya pemulihan ekonominya. But we must avoid derailing any economic revival through protectionism”, ujar Dirjen WTO Pascal Lamy.***

(Sumber: Siaran Pers pada Website WTO)

PENCARIAN DATA

KALENDAR

November 2017
MTWTFSS
12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930

PENGUNJUNG

444255
Hari iniHari ini153
Minggu IniMinggu Ini1171
Bulan IniBulan Ini6207